Mengenal dan Memahami Pengertian Pajak Properti

Pengertian Pajak Properti - Baik, dalam aritkel ini saya akan menjelaskan tentang pajak properti agar kita lebih paham terhadap pajak yang akan dikenakan untuk kita yang memiliki sebuah properti yang memiliki nilai jual tinggi. Dan juga bisa menjadi bahan pertimbangan ketika kita akan membeli sebuah properti selain dari pertimbangan harga dan bukti legalitas.

Nah, mungkin ada sebagian masyarakat yang belum mengetahui kenapa kepemilikan atas tanah dan bangunan baik dalam bentuk properti ataupun bukan harus dilakukan pembayaran pajaknya sehingga tidak dianggap sebagai kasus penggelapan pajak atas properti (tax evasion).

hal ini tidak terlepas bahwa pajak properti itu sendiri merupakan sumber penerimaan negara yang dapat digunakan sebagai proses pembangunan suatu negara dan salah satu alat untuk perkembangan pasar properti.

Memahami Pengertian Pajak Properti 


Memahami Pengertian Pajak Properti


Biaya Perolehan Hak atas tanah dan bangunan (BPHTB)

adalah pungutan atas perolehan hak atas tanah dan bangunan. sepeeti yang telah di ditetapkan oleh pemerintah melalui derektorat jendral pajak dalam undang-undang nomor 5 tahun 1960 dan undang-undang nomor 16 tahun 1960 tentang hak pengelolaan atas tanah dan dan bangunan serta tentang peraturan dasar pokok-pokok agraria.

sedangkan untuk undang-undang nomor 21 tahun 1997 dalah undang-undang yang mengatur tentang tarif pajak bea perolehan yaitu sebesar 5% (lima persen) yang dikenakan kepada pemilik atau pembeli rumah/properti. dan dalam undang-undang tersebut menjelaskan bahwa objek pajak nya adalah perolehan atas tanah dan bangunan baik orang pribadi maupun badan yang meliputi jual beli, tukar-menukar,hibah wasiat dan hadiah.

Pajak Bumi dan Banguan (PBB)

adalah pajak yang dikenakan terhadap properti baik berupa tanah maupun sudah menjadi bangunan seperti rumah ataupun ruko. Pajak ini adalah pajak yang bersifat kebendaan dan besarnya  nilai pajak yang terutang ditentukan oleh keadaan objek pajak itu sendiri. sedangkan keadaan subjek tidak menentukan besarnya pajak tersebut. Berikut dasar, tarif dan rumus yang digunakan untuk penghitungan pajak bumi dan bangunan (PBB) :



A. Dasar Penghitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)Dasar penghitungan PBB adalah nilai jual kena pajak (NJKP) dan untuk besaran presentase NJKP adalah sebagai berikut :

  • Objek pajak perkebunan adalah 40%
  • Objek pajak kehutanan adalah 40%
  • Objek pajak pertambangan adalah 40%


Objek pajak lainnya (pedesaan dan perkotaan) :
  • Apabila NJOP nya lebih besar atau sama dengan Rp. 1 milyar adalah 40%
  • Apabila NJOP nya lebih kurang dari Rp. 1 milyar adalah 20%


B. Tarif Penghitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Baik Pada dasarnya untuk Besarnya tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah 0,5%

C. Rumus Dasar Penghitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)


Rumus penghitungan PBB = Tarif x NJKP

Jika NJKP = 40% x (NJOP - NJOPTKP) maka besarnya PBB

= 0,5% x 40% x (NJOP - NJOPTKP)

= 0,2% x (NJOP - NJOPTKP)

Jika NJKP = 20% x (NJOP - NJOPTKP) maka besarnya PBB

= 0,5% x 20% x (NJOP - NJOPTKP)

= 0,1% x (NJOP - NJOPTKP)


Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

PPN atas penjualan properti dikenakan pada saat terjadinya kegiatan penjualan bangunan baik berupa rumah, apartemen maupun ruko. Dasar pengenaan pajak ini berdasarkan nilai transaksi yang mengacu pada nilai jual objek pajak (NJOP) tersebut.

PPn sendiri adalah pajak yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan menteri keuangan melalui direktorat jendral pajak (DJP) melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 dan Undang-Undang Nomor 42 tahun 2009.

Pajak Penjualan atas barang mewah (PPnBM)

Sama halnya dengan PPN, pajak ini pun telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 dan Undang-Undang Nomor 42 tahun 2009 sebagai dasar hukum untuk pengenaan pajak properti yang memiliki nilai jual tinggi.

Baik mungkin haya itu saja yang bisa admin berikan terkait Tentang Pengertian Pajak Properti agar anda bisa memahami terkait Pajak Properti,salam sukses dari admin gaya minimalis.dan jangan lupa di share.


Note :

Semua gambar dari website kami berasal dari domain publik. Terkadang gambar dan foto berasal dari berbagai sumber termasuk dari pembaca website kami yang mengirimkan file-file gambar. Kami tidak berniat sama sekali untuk melanggar hak intelektual maupun hak cipta seseorang. Jika Anda pemilik sah dari gambar/foto yang kami publish disini, dan Anda tidak ingin dipublikasikan atau Anda ingin sebuah credit nama, maka silahkan menghubungi kami di halaman contact us. Kami akan secepatnya menindaklanjuti hal tersebut. Kami tidak mengambil keuntungan finansial secara langsung dari gambar-gambar tersebut. Website ini sekedar untuk informasi dan pengetahuan saja.

0 komentar